Pengembang

Halaman

Rabu, 01 Juni 2011

Cara Menambah Halaman Blogger

Blogger jadi web - Web yang bertanggungjawab biasanya memuat halaman umum Home | About | Archieve | Sitemaps | Contact . Halaman tersebut menunjukkan kesungguhan dari pembuat web. Apapun yang dimuat bisa dilihat visi dan misi nya plus bersedia dikonfirmasi. Untuk membuat halaman tersebut,
caranya : Login ke Blogger > Klik Dashboard > Pilih Posting > Klik Edit Page > Klik New Page > Muncul halaman posting.

Di halaman tersebut Anda bisa memasukkan

tulisan, link, gambar, dan video stream. Sama seperti saat Anda melakukan posting artikel. Bedanya, postingan Anda dimuat dalam satu halaman khusus. Kapasitas blogger bisa sampai 10 halaman.

Ada baiknya, gunakan halaman itu untuk menyimpan link mengarah ke postingan sejenis. > Klik Publish Page > Muncul halaman “ How would you like the pages Gadget to Appear?”

Silakan pilih tempat untuk meletakkan halaman baru Anda. Disana tersedia 3 pilihan: Di sidebar, blog tabs, atau Anda meletakkannya secara bebas dengan mencentang No gadget. > Klik Save and Publish
Selesai dech...
Sumber : Lihat Disni
Selengkapnya...

Masih Sulit Terima Open Source

Bandung - Bukan perkara mudah mengajak orang untuk menggunakan open source dan membuat open konten. Kultur masyarakat Indonesia yang masih enggan mempublikasikan karyanya di internet juga menjadi kendala.

"Yang tersulit adalah
kultur masyarakat kita. Susah sekali mengubah kultur masyarakat kita untuk menuju ke arah sana (open source dan open konten - red)," ujar Dr. Munir, M.IT, Direktur, Direktorat TIK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kepada detikINET di ruang kerjanya, Kampus UPI, Jalan Setiabudhi, Jumat (27/3/2009) siang.

Hal tersebut sangat disayangkan Munir, karena menurutnya sumber ekonomi bukan lagi dalam bentuk money capital atau sumber daya alam, tetapi knowledge capital.

"Jadi barang siapa yang unggul dalam menghasilkan dan mengelola pengetahuannya, maka dia akan unggul dalam ekonominya. Dan tumbuh kembangnya knowledge capital memerlukan peran perguruan tinggi sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi," paparnya.

Ironisnya, justru kalangan akademisi enggan mempublish karyanya di internet. Takut diplagiat menjadi alasan utama. "Padahal, semakin disembunyikan justru plagiatisme akan semakin tumbuh subur," pungkasnya.

Sumber : www.detiknet.com
Selengkapnya...

berita pagi di sigma

hari ini banyak mahasiswa yang pakai sendal Selengkapnya...

berita pagi di sigma

hari ini banyak mahasiswa yang pakai sendal Selengkapnya...